Anggaran Daerah Terbatas, Bupati Sri Juniarsih Jemput Bola ke Kemenhub Perjuangkan Bus Sekolah dan Trans Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Keterbatasan anggaran daerah tak membuat Pemerintah Kabupaten Berau berhenti mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum masyarakat.
Alih-alih hanya
mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Bupati
Berau Sri Juniarsih Mas memilih langkah jemput bola dengan mendatangi langsung
pemerintah pusat.
Bupati Sri Juniarsih
berencana segera bertandang ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta
untuk mengusulkan bantuan armada transportasi, mulai dari bus sekolah hingga
bus Trans Berau.
Upaya tersebut
dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinilai semakin
penting, terutama bagi pelajar serta warga yang harus melakukan perjalanan
antarkecamatan dengan jarak yang cukup jauh.
“Saya akan ke
Kementerian Perhubungan karena terkait dengan bus sekolah, kemudian juga dengan
bus Trans Berau karena itu merupakan salah satu solusi untuk masyarakat,” kata
Sri Juniarsih, baru-baru ini.
Menurut Sri Juniarsih, kehadiran bus sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang perlu segera diwujudkan. Armada tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi anak-anak sekolah dalam mengakses perjalanan menuju maupun dari sekolah. Ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan dukungan terhadap aktivitas pendidikan.
Selain itu Pemkab
Berau juga menyiapkan konsep Trans Berau sebagai salah satu alternatif
transportasi bagi masyarakat umum. Didukung kondisi geografis Kabupaten Berau
yang memiliki wilayah luas serta jarak antarkecamatan yang cukup jauh menjadi
salah satu tantangan dalam penyediaan akses transportasi publik.
Karena itu,
keberadaan Trans Berau diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan
mobilitas, sekaligus membuka akses transportasi yang lebih terjangkau dan mudah
digunakan.
Tak hanya bus sekolah
dan Trans Berau, Pemkab Berau juga membuka peluang mendapatkan dukungan berupa
armada bus listrik dari pemerintah pusat.
Sri Juniarsih
menyebut dirinya mendapat informasi mengenai kemungkinan fasilitas bus listrik
tersebut. Namun, realisasinya masih menunggu hasil komunikasi dan pembahasan
dengan Kementerian Perhubungan.
“Kalau saya dapat
kabar sih mudah-mudahan dapat, kabarnya dapat fasilitas bus listrik ya,”
ujarnya.
Untuk memperkuat
pengajuan tersebut, berbagai data pendukung terkait kebutuhan armada
transportasi telah dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan Berau. Data tersebut
akan dibawa dalam agenda audiensi dengan Kementerian Perhubungan sebagai bahan
pembahasan mengenai kebutuhan transportasi di Berau.
“Bagi kami langkah
mendatangi langsung pemerintah pusat menjadi pilihan di tengah kondisi keuangan
daerah yang terbatas,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu
Sri Juniarsih mengatakan, Pemkab Berau harus aktif mencari dukungan agar
kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas transportasi tidak sepenuhnya
bergantung pada kemampuan APBD.
“Itu sudah saya bawa,
tinggal bertemu dengan kementerian, karena memang ya dengan keuangan yang ada
ini yang harus saya lakukan ke kementerian,” katanya.
Masih dalam penjelasannya Sri Juniarsih juga mengatakan bahwasanya pengajuan tersebut kini tinggal menunggu proses pembahasan dengan pemerintah pusat.
“Jika mendapat
dukungan, bantuan armada transportasi itu nantinya diharapkan dapat memperkuat
layanan publik sekaligus memberikan kemudahan bagi pelajar dan masyarakat dalam
menjalankan aktivitas sehari-hari. Bagi Berau, persoalan transportasi bukan
hanya menyangkut keberadaan kendaraan, tetapi juga bagaimana akses masyarakat
terhadap pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas antarkecamatan dapat semakin
mudah,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)